Tak lama kemudian, Yi Wushen dan Gong Nanlie membuka mata mereka perlahan. Tatapan mereka kosong, seperti orang yang baru saja terbangun dari mimpi buruk. Kening mereka berkerut, mencoba mengingat apa yang sebenarnya terjadi.

"Apa barusan itu? Siapa orang itu? Kenapa dia bisa muncul begitu saja dan menyerang kami?" gumam mereka dalam hati, masih belum sepenuhnya sadar.

"Hei! Sampai kapan kalian mau tidur? Cepat bangun! Kita masih ada masalah!" bentak Mei Lianhua dengan nada tajam. Matanya menatap tajam ke arah mereka, jelas tak sabar melihat keduanya masih bengong.

Mendengar suara tajam itu, Yi Wushen dan Gong Nanlie langsung bangkit berdiri dengan gerakan cepat. Mereka saling melirik dan berseru hampir bersamaan, "Mei Lianhua, Apa yang terjadi ?"

Namun pertanyaan itu belum sempat dijawab, tubuh mereka secara refleks langsung mengambil sikap bertahan dengan aura membunuh terpanca. Dengan wajah tegang, pedang di tangan mereka terhunus, siap menyerang kapan saja. Tatapan mereka mengarah pada sosok pria berpenutup kepala yang berdiri tenang tak jauh dari mereka.

Yi Wushen mendekat ke Gong Nanlie dan berbisik dengan suara rendah, nyaris tak terdengar, "Immortal tingkat akhir..."

Keduanya sama-sama menelan ludah. Keringat dingin mulai membasahi pelipis. Sementara itu, Lynx hanya berdiri tenang, tanpa bergerak sedikit pun. Senyuman tipis terukir di balik helmnya, tampak sabar menanti reaksi mereka. Pandangannya tajam namun tak menunjukkan niat terburu-buru. Ia memberi mereka waktu untuk tenang, sebelum dia berbicara.

"Yi Wushen, Gong Nanlie. Simpan pedang kalian. Dia bukan musuh kalian," ucap sebuah suara dari belakang Mei Lianhua.

Ketiganya menoleh bersamaan. Di sana, Zhao Feng berdiri santai dengan tangan bersedekap. Di wajahnya terukir senyum tipis, seakan tak terjadi apa-apa.

"Zhao Feng?" Gong Nanlie menatap dengan bingung. "Jelaskan ini semua. Apa maksudmu..."

Ucapannya mendadak terputus saat Yi Wushen diam-diam menyentuh lengannya untuk mengingatkan keberadaan sosok misterius tersebut. Keduanya kemudian menoleh perlahan ke arah sosok misterius itu.  Sosok yang dengan mudah menghancurkan jurus gabungan mereka berdua, bahkan mengalahkan Zhao Feng dalam sekejap. Sosok itu jelas bukan sembarangan. Dia jauh di atas mereka. Mereka berdia berusaha melihat dibalik kaca penutup kepala untuk dapat melihat wajah dibaliknya namun tidak berhasil.

Untuk pertama kalinya, Yi Wushen dan Gong Nanlie benar-benar merasa kecil.

Melihat mereka berdua sudah sepenuhnya sadar, Lynx mengambil langkah pertama. Suaranya tenang, dalam, dan terdengar ramah meskipun ada ketegasan di dalamnya.

"Leluhur Yi Wushen, Leluhur Gong Nanlie," katanya perlahan. "Mohon maaf, aku tidak berniat melukai kalian. Tapi ada hal penting yang harus segera kita bicarakan."

Yi Wushen menatap pria berhelm itu dengan hati-hati. Meski tubuhnya telah siaga, nada bicaranya ia tekan serendah mungkin agar tetap sopan.

"Apa yang ingin Anda bicarakan? Kalau boleh tahu, siapa Anda sebenarnya, dan dari sekte mana Anda berasal?" tanyanya sambil menghimpun keberanian.

Lynx mengangguk kecil, lalu menjawab dengan suara lembut.

"Kalian bisa memanggilku Plasura. Aku tidak berasal dari sekte mana pun. Aku hanya pengelana dan kebetulan mengenal leluhur Sekte Api Langit. Dan sekarang, aku ingin meminta bantuan kalian."

Ia menghentikan ucapannya sejenak. Matanya mengamati reaksi mereka, menunggu tanggapan tanpa menunjukkan tekanan apa pun.

"Plasura?" gumam Yi Wushen dengan dahi mengernyit.

Gong Nanlie meliriknya, lalu keduanya saling bertatapan. Nama itu terasa asing di telinga mereka. Mereka kemudian menoleh ke arah Mei Lianhua, berharap ada jawaban. Namun perempuan itu menggeleng pelan, isyarat bahwa dia pun sama sekali tak mengenal nama atau latar belakang sosok misterius tersebut.

"Bantuan apa yang Anda maksudkan?" Yi Wushen kembali bertanya. Sebagai yang paling kuat di antara mereka bertiga, ia merasa bertanggung jawab untuk menghadapi langsung pria di hadapan mereka.

Lynx menatap mereka dengan tenang, lalu bertanya, "Kalian tentu tahu kunci dimensi diperlukan untuk membuka gerbang ruang dimensi di tempat ini. Yang ingin kutahu, adakah cara lain untuk membukanya tanpa kunci itu?"

Gong Nanlie terlihat ragu. Dahinya berkerut. Ia memandang Zhao Feng dan bertanya, "Kenapa harus mencari cara lain? Bukankah cukup menggunakan kunci dimensi untuk membuka gerbang tersebut?"

Zhao Feng melangkah maju, lalu mengangkat sebuah artefak yang sudah retak, bahkan nyaris hancur.

"Karena kelalaianku," ucapnya dengan nada berat, "seseorang berhasil mencuri kunci ini dan orang itu juga kemungkinan yang membunuh anakku. Tuan Plasura menemukannya dalam keadaan sudah hancur di tempat ini. Apakah kalian memiliki cara lain untuk membuka gerbang tersebut?"

"Zhao Feng, kau..." ucap Yi Wushen pelan, hendak menanggapi, namun buru-buru menahannya. Ia melirik Lynx sekilas lalu menghela napas. lalu terdiam. Ia tak berani bersikap keras di hadapan Plasura. Meskipun Zhao Feng juga berada pada tingkat kekuatan yang setara, hubungan lama di antara mereka membuat mereka masih merasa bebas untuk memarahi pria itu kapan saja.

Namun Plasura... Ia berbeda. Sosoknya bukan hanya asing, tapi juga misterius dan memiliki aura luar biasa yang sulit dijelaskan.

Lynx mengangguk pelan, lalu berkata, "Rekanku dijebak seseorang dan kini terperangkap di dalam ruang dimensi itu. Orang yang menjebak mereka menghancurkan kunci ini agar mereka tidak bisa keluar. Jadi sekarang aku bertanya, apakah kalian punya cara untuk membukanya?"

Zhao Feng menimpali cepat, suaranya sedikit mendesak.

"Yi Wushen, Gong Nanlie, Mei Lianhua. Aku tahu antara kita pernah terjadi kesalahpahaman besar, tapi hal ini sangat mendesak. Kami menduga seseorang telah mendapatkan fragmen senjata iblis yang berada di ruang dimensi itu. Kemungkinan besar dia sudah mendapatkan apa yang ingin dicarinya, itu sebabnya dia menghancurkannya."

Mendengar itu, wajah Mei Lianhua langsung berubah. Ia melangkah maju dengan tatapan tajam dan suara keras.

"Zhao Feng, kau bilang terjadi kesalahpahaman di antara kita? Tidak...tidak ada kesalahpahaman antara kita. Tapi kau memang berhutang nyawa padaku. Dan suatu saat nanti, aku pasti akan menagihnya!" serunya marah.

Namun sebelum emosi itu melebar, Gong Nanlie buru-buru mengangkat tangan dan menggenggam lengan Mei Lianhua. Ia menggeleng pelan, memberi isyarat agar wanita itu menahan diri. Matanya melirik ke arah Lynx, mengingatkan bahwa mereka sedang berada di hadapan sosok yang tak boleh dianggap remeh.

Mei Lianhua menggerutu sambil melipat tangan di dada.

"Huh, lain kali aku ingin lihat, apakah kau masih bisa berlindung di balik Tuan Plasura!" ucapnya dengan nada penuh kesal.

Gong Nanlie segera membungkuk hormat ke arah Lynx.

"Maafkan dia, Tuan Plasura. Mei Lianhua memang bicara sangat terbuka, tapi hatinya tidak jahat. Tolong jangan ambil hati."

Ia menarik napas dalam-dalam, lalu menambahkan, "Soal gerbang ruang dimensi itu... kami tidak punya cara lain. Selama ratusan tahun, banyak orang mencoba membukanya, tapi tanpa kunci dimensi, semuanya gagal."

Ia menggeleng pelan, mengisyaratkan betapa mustahilnya tugas ini.

Lynx yang sudah menduga dengan jawaban ini hanya menghela napas, harapannya terasa runtuh. Kini dia bukan hanya kehilangan Rira, kehilangan petunjuk mengenai suku Surya, tetapi juga kini dia merasa hilang harapan untuk menyelamatkan rekan-rekannya.

Lynx lalu menatap Mei Lianhua dan Zhao Feng, dalam hati dia berpikir,"Sepertinya hubungan mereka berempat tidak sesederhana yang terlihat. Meski tahu Leluhur Sekte Api Langit lebih kuat dari mereka, tapi aku tidak melihat sedikitpun rasa gentar atau sikap hormat mereka kepada Leluhur. Tapi itu bukan urusanku."

"Baiklah, kuharap jika kelak kalian memiliki petunjuk, bersedia memberitahuku." Kata Lynx dengan sikap hormat.

Yi Wushen menganggukkan kepala,"Jangan khawatir tuan Plasura, kami pasti akan memberitahu anda jika mendapatkan informasi." dia lalu menatap Gong Nanlie dan Mei Lianhua memberi kode.

"Karena kami tidak bisa membantu dan kami juga ada urusan yang harus di kerjakan, saya harap Tuan Plasura mengijinkan kami pergi." kata Yi Wushen dengan nada terdengar sedikit ragu, hatinya penuh ketegangan.

"Leluhur Yi Wushen tidak perlu sungkan. Aku mengucapkan terimakash karena Anda semua tidak mempermasalahkan mengenai kehadiran kami disini." kata Lynx sambil tersenyum di balik kaca helmnya.

"Tidak...Tidak... kami tidak mungkin keberatan. Silahkan tuan lanjutkan. Kami pergi sekarang." Yi Wushen segera terbang disusul oleh Gong Nanlie dan Mei Lianhua.

Tidak lama setelah ketiga sosok tersebut menghilang, Leluhur Sekte Api Langit menatap Lynx dan bertanya,"Xiao Ling, aku merasa mereka menyembunyikan sesuatu."

Lynx tersenyum, pakaiannya sudah kembali ke bentuk semula. DIa sudah memastikan ketiga leluhur immortal tersebut sudah jauh dari tempat ini."Aku tahu, tapi tidak ada gunanya mereka di tempat ini, hanya mengganggu penyelidikan kita saja."

Leluhur menganggukkan kepala dan menatap jauh ke arah kepergian ketiga mantan teman lamanya tersebut.

Ratusan kilometer dari posisi Lynx berada, Yi Wushen berdiri diam diatas langit, dia menghembuskan napasnya dan memandang Gong Nanlie dan Mei Lianhua ."Sepertinya dunia ini akan mengalami perubahan besar. Bukan hanya senjata iblis yang memiliki kemampuan meningkatkan kekuatan pemiliknya, tetapi... Plasura... entah kekuatan apa yang dimilikinya. Yang pasti aku yakin tidak terlalu beda jauh dengan kekuatan raja iblis di masa lalu."

Mei Lianhua dan Gong Nanlie menganggukkan kepala. "Kita harus melaporkan hal ini dan memikirkan cara untuk menghadapinya. Kita juga harus bersiap-siap terhadap kebangkitan senjata iblis, jika benar fragment terakhir berhasil direbut seseorang."

